Mengalir saja

seperti deadline telat kena pinalti, atau seperti bola masuk kedalam keranjang, sehabis terdengar bel akhir pertandingan basket dan skor dianulir.
waktu berlalu tanpa bisa menunggu.
chubby lucu sudah, kerudung manis badan proposional senyuman yang aduhai sudah, mata sipit lesung pipi kulit putih baik dan rajin sudah, kerudung syar’i, baik, soleh, dan penurut sudah, ibu beranak 3 pemarah, kadang baik, kadang lucu, pintar merayu sudah, apalagi yah?
hampir semuanya bilang aku baik, humoris, bertanggung jawab dan pandai membawa diri. tapi nyatanya dari semua yang pernah aku pacari tidak ada yang berujung sampai pelaminan.
bukannya aku tidak suka dengan muka yang cantik, bukan aku tidak suka dengan pinggul dan pantatnya yang bergoyang-goyang, bukan aku tidak suka dengan cara manis ia memilih cara berpakaian jadi enak dilihat, entah seperti apa? aku sudah bosan dengan semua itu.
hanya saja aku rindu, pada telinga yang setia mendengar sumpah serampahnya aku, rindu pada usapan dipunggung dalam pelukan sambil bilang “sabar sayang”, rindu pada amarah yang membuatku mengerti, bukan pada amarah yang menghakimiku bersalah. rindu pada senyuman yang meredakan senduku, rindu pada rasa khawatir dan berharap disetiap doa yang Maha Kuasa menjaganya. rindu menjadi orang hebat didunia, dan rindu jika bersamanya kebahagiaan bukan sekedar mitos.
dengan seperti ini bukannya aku tidak punya banyak cinta yang aku bagi. bukan karena aku banyak memberi kebahagian aku menjadi sepi. kesepian sekarang adalah pilihanku dan memberi jeda aku untuk berfikir.
saat keingininan menjadi lautan penderitaan, aku sudah tidak berhasrat lagi. tidak lagi berambisi hingga membakar segalanya. biar saja seperti, seperti ini saja sudah bahagia.
cukup itu saja.


Share:

ada karena waktu


sabtu pagi 07:59 WITA, Bandara Ngurah Rai Bali.
coffe shop didalamnya sudah ada aktivitas yang cukup ramai walaupun semua meja belum terisi oleh pengunjung. suara mesin kopi, aroma kayu manis, lembabnya AC, dan dipikiranku ada bayanganmu. lagu jazz mendayu-dayu melipir jatuh dengan hangat ditelinga serasa menggiringku untuk terus membayangkanmu.
apakabar bandung? sudah sarapankah? hari ini mau kemana aja? jadi pergi ke kondangan sepupunya? banyak hal yang ingin aku tanyakan, banyak hal yang ingin aku rasakan jika aku ada disisinya. dan jika ingin tahu apa ini? aku bisa menjelaskannya ini “rindu!”

minggu pagi 09:30 WIB
mencintaimu itu adalah KEMERDEKAAN!!. bebas merindu, bebas mengekspresikan rasa sayang, bebas sayang, sesayang-sayangnya tanpa mempedulikan apapun, walaupun dirimu sudah punya pasangan. tapi ketika adanya dirimu hal tersebut sudah tidak lagi menjadi merdeka. banyak toleransi, ada hal yang membuatku menjaga prilaku, banyak hal yang aku coba rangkai semuanya agar ia senang dan bahagia, tidak jarang yang maksud aku untuk membuatnya senyum malah membawa luka untuknya.
kemerdekaan yang tidak pernah merdeka.
walaupun kemerdekaan hal yang ethopia, tidak mengapa selama ada dirinya. jika sudah begitu cinta bagiku “dogma” sekaligus “tirani” 
tidak mengerti? ada pertanyaan?
tak usah pikir panjang, banyangkanlah aku ini seorang seniman gila yang alur pikirannya entah pergi kemana.
jatuh sakit membuatku tersadar, aku sungguh kesepian. sahabat satu-persatu sudah menjalin rumah tangga, aku pun jauh dari keluarga. hal yang paling aku khawatir adalah menyampaikan kabar buruk pada keluarga, baik kakak ataupun orang tua. jika aku memberi kabar aku jatuh sakit, tidak punya uang karena telat bayaran/gaji, atau pun aku kecelakaan, aku khawatir hal tersebut malah menjadi beban pikiran untuk orang dirumah.
jika aku sakit biarlah aku terbaring disini, biarlah organ-organ dibadan ini sinergis dengan obat yang dokter berikan untuk penyembuhan. terbaring sendiri dengan badan menggigil, sakit ngilu diulu hati, dan kepala yang berat untuk diangkat. aku tahu kapasitas badanku. uh ini sangat membosankan, mencoba untuk membiasakan diri dengan aktivitas, aku jalan-jalan keluar untuk sekedar memanjakan diri, mulai dari nonton bioskop, pergi ketoko buku membeli majalah, lalu pulang kembali membaca majalah, browsing beberapa bacaan di slide share. pada akhirnya aku tahu, aku kesepian.
hanya ada aku pikiranku dan tulisan ini.

selasa malam 11:33 WIB
aku pernah berkata
“aku tahu apa yang aku inginkan, jika sudah begitu yang lain tidak menjadi penting.” tapi untuk saat ini keinginan dan ambisi sudah tidak lagi menjadi prioritas.
jika cinta adalah “dogma” maka rasa itu tidak akan tergeserkan oleh akal pikiran.
dan jika cinta itu adalah “tirani” maka ia akan memiliki arogansi untuk apapun, ini tinggal atau pun pergi.
aku dan kamu ada karena kita memiliki waktu yang sama.

Share:

KOPI INSTANT

semoga tidak tersesat di pasar wacana atau pabrik fantasi kontruksi rekayasa, kemudian potret hari ini cinta sebatas kopi instant. tapi maaf sayang, kopinya hambar
Share:

SIAPA SANGKA


Siapa sangka salah satu mimpimu terkabul, memiliki profesi yang kamu inginkan dari dulu dan penghargaannya adalah penghasilan yang sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Siapa sangka dari semua itu masih ada saja tangihan yang membengkak.

Duduk sendiri dibangku halte bis kota, membakar kembali sisa putung rokok setelah makan siang. Bingung  melihat motor, entah bensin akan sampai pada tujuan. Cerita murung seperti apa, persetan mari kita tuntaskan hari ini. Biarlah aku beranggapan aku ini si brengsek yang kurang beruntung.

Siapa sangka ada teman yang member upah kerja lebih dari hari ini, mari kita meriahkan disalah satu bar favoritku. Biarkan aku mabuk seperti tikus got, tertawa lepas buang sejenak beban dipundak.

Dan siapa sangka certia kita pun berakhir, siapa pula juga yang menyangka aku bisa membuatmu jatuh cinta. Bahkan aku tidak pernah berfikir untuk membuatmu sakit.


Kemudian besok entah siapa yang menyangka aku ini si brengsek yang seperti apa?
Share:

JEDA


Apa perlu dengan sebatang rokok dan segelas kopi agar hariku tampak hebat. Aku pikir tak perlu, yang aku butuhkan adalah menjadi dirisendiri tanpa terreduksi dengan sikap dan prilaku orang lain berusaha menjadi manusia 98% yang dapat mengontrol kehendak diri, isi pikiranmu atau pikiran ini akan dikuasai oleh orang lain. Tanpa kita sadari setiap harinya adalah saling mewarnai dan terwarnai. Tata bahasa, gesture tubuh, selera humor, gaya hidup, cara berpakaian dengan mudahnya kita terwarnai. Dan semoga kita tidak tersesat diantara celah-celah dinding jiwa oranglain. Aku tahu jiwaku tak semurni dulu ketika satu persatu saling membenarkan keadaan, saling membuat bercak noda dimeja makan

Aku dan diriku melawan dunia berjuang untuk menggapai segala asa yang ada, jihad dijalan yang aku yakini. Aku akan melakukan apa yang terbaik dalam hidupku sebelum kalian mengatakan sesuatu tentang diriku.

Sekenario begini, biarkan aku sendiri

Kehilangan peranan sebagai

Cerita yang berlum ternamai

Senja semakin terlelap, biarkan aku sendiri tak perlu kamu menemaniku. Yang aku inginkan menjadi dirisendiri dulu menenangkan hari –hari kemarin yang kamu bilang terlalu lelah. Sampai nantinya kamu tidak akan menyadari aku pergi tanpa memberimu pesan apa-apa.
Share:

KITA PERNAH


Kata aku dan kamu menjadi “kita”. Itu yang aku harapakan, bukan sekedar cerita satu sama lain. Ini sambungan cerita kita kemarin sayang, aku pikir masalalu kita saling ada keterikatan. Sungguh, jika tidak ada hari kemarin bagaimana hari ini kita bertemu.
Share:

TIDAK KEREN



      Ada saja pertentangan dengan diri ini terkadang aku terlalu tega untuk diriku sendiri. Membiarkan pola yang tidak baik, aku ini sama dengan manusia lain semuanya sama tidak ada yang keren. Yang keren itu adalah anak lelaki yang menanyakan kabar ibunya, yang keren itu anak perempuan yang menemai ayahnya saat akhir pekan. Jika hari ini ada seorang perempuan yang bilang “kamu itu beda bun” mungkin setelah setahun berlalu ia akan berkata “ahh, semua lelaki itu sama aja engga ada bedanya” jadi dari pada menunggu setahun terlewati lebih baik bilang saja aku ini tidak keren, sama seperti yang lain.

        Jika bahasa adalah repersentasi dari budaya mungkin kalian bisa berkomunikasi denganku memakai bahasa barbar atau jika perlu berbahasa suku pedalaman saja.  Silakan kalian bercerita apa tentangku, bahkan aku tidak peduli seberapa kerasnya kalian berkoar-koar. Aku hanya cukup menutup telinga, dalam hatiku tahu aku tidak keren. Ini permasalahan konsistensi, pendengar baik dan setia pada kata hati.
Share:

LAIN KALI


diluar sana hujan, selamat pagi petang senjamu sudah habis
pertamakali aku lihat dirinya saatku bangun tidur. terhitung entah berapa hari sudah terlewati mungkin 365 hari lebih.

aku baru tahu kamu perempuan yang berbahaya bisa mengguncang hidupku, jika kalian tahu segala isi yang ada didalam tatapannya itu. huff dijamin akan merasakan berat menarik nafas. seperti terjatuh ingin meraih sesuatu tapi tidak tergapai. senyumnya hangat, tapi kalau selintas sih biasa aja

sekarang aku merindukannya dan aku pikir kamu tidak. tapi aku berusaha tidak berburuk sangka, mungkin kamu sedang sibuk hingga tidak sempat memikirkanku biar jadi rindu. mungkin kamu menyiapkan waktu yang tepat untuk merindukanku.

aku menyayangimu dan aku pikir kamu biasa saja. tapi aku tidak berburuk sangka, mungkin kamu sedang senang dengan romantisme masalalu yang hangat dan nyaman dihati. mungkin lain kali kamu bisa lebih membuka diri untukku. hebatnya dirimu menguasai diriku

anjing!!! aku jatuh cinta (maaf ini sengaja kasar karena aku bukan mahluk halus, biar kerasa penekanannya) terimakasih buat ini.

*sialnya dirimu menyenangkan diriku. tinggalah denganku sebelum kau pulang atau bila perlu selama-lamanya.

*reduksi dari - The Panasdalam Bank - pidibaiq
Share: