AKU HANYA SEORANG AKU

Mungkin ini bisa dibilang rasa malu yang aku rasakan. Terkadang aku merasa seperti anak kecil, terlihat menyebalkan memang. Tapi jiwa ini mengalir ke arah yang seperti itu, dan diri ini terbawa arus didalamnya. Aku sering mengalami suasana emosional yang kronis sehingga menyebabkan stuktur kepribadian aku tempramen. Tempramen disini maksudnya adalah mudahnya turun-naik sarana emosional. Aku lebih senang menyebutnya psiekspresionis. Maka dari itu maafkan aku mira. Maafkan aku yang senang melamun, berenang dalam pikiranku, terkadang suka melembarkan batu kecil kedalamnya sehingga menciptakan riak, riak yang bergelombang menjadikan kata-kata. Maafkan aku yang selalu mengeluh disampingmu, karena aku hanya ingin dimanja olehmu. Mungkin aku pun malu bertelanjang berlarian didepan banyak orang. Maafkan aku yang belum bisa berdiri sendiri, sebenarnya aku bukan penurut, aku hanya saja senang kalau aku diperintah. Dengan diperintah aku tahu ada orang yang peduli akan keberadaan aku. Bukannya aku tidak tahu, aku hanya ingin diberitahu. Maafkan aku yang menyukai hal-kal kecil yang kebanyakan orang pikir tidak penting. Seperti halnya, aku menyukai neutron dan proton yang melilit diantara sel atom. Semoga kamu bisa menerimaku sebagai “aku”. Terimakasih untukmu fee, yang tidak lelah terdiam di monitor untuk membaca tulisanku dan mendukungku untuk terus menulis. Oh…ini beberapa kalimat yang mengilhamiku dari tulisan diatas. terlalu berat bila dikatakan 'dewasa' dan aku yakin kau juga tidak ingin menyandang kata itu tetapi terlalu ringan juga bila dikatakan 'anak kecil' kutipan tulisan dari fee / http://mynuenergy-fe.blogspot.com/2008/11/seorang-kelinci.html

Komentar

robin mengatakan…
wahayahahahahahahasdghahah... Tidak seperti ingin mendapatkan permen lalu nangis dan dapat tidak seperti ingin hujan-hujanan lalu buka baju dan keluar bermain lumpur di lapangan bola. Seperti pilihan menjadi terlalu sulit dan mendesak, seperti tidak selalu mendapatkan apa yang kau inginkan, seperti takut mengejar mimpi karena kenyataan terlalu pahit untuk dijalani tapi terlalu sayang untuk dibuang, seperti kaku, seperti hubungan yang menjadi terlalu serius, seperti jarang menjilat eskrim, seperti malu-malu seperti ragu seperti AKU.. muak lur! jangan tambah lagi beban hidup ini dengan menjadi "dewasa" seutuhnya ah..
cukup., dewasa = tanggung jawab